Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Batang Bacakan Tuntutan Pidana Perkara Korupsi Pengelolaan APBDes, Desa Kandeman Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang.

Bahwa pada hari Selasa tanggal 09 Pebruari 2021, bertempat di Ruang Sidang Cakra di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Semarang, Jaksa Penuntut Umum membacakan Surat Tuntutan Pidana (Requisitoir) dalam perkara Tindak Pidana Korupsi dalam pengelolaan keuangan APBDesa, Desa Kandeman Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang.

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Batang dengan mendasarkan pada fakta hukum yang terungkap di persidangan menilai perbuatan terdakwa Rusnadi Bin Warnoto selaku kaur keuangan dan juga selaku bendahara Desa Kandeman Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1), (2), (3) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Oleh, karena itu Jaksa Penuntut Umum menuntut terdakwa Rusnadi Bin Warnoto, sebagai berikut :

  1. Menghukum terdakwa RUSNADI BIN WARNOTO Pidana penjara selama 4 (empat) tahun dan 6 (enam) bulan dengan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara, dengan perintah agar terdakwa tetap berada dalam tahanan ;
  2. Menghukum Terdakwa RUSNADI BIN WARNOTO untuk membayar denda sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dengan ketentuan jika denda tidak dibayar harus diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan ;
  3. Menghukum pula terdakwa RUSNADI BIN WARNOTO untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 768.999.473,- (tujuh ratus enam puluh delapan juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu empat ratus tujuh puluh tiga rupiah) apabila dalam waktu 1 (satu) bulan sesudah putusan Pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap terdakwa tidak membayar uang pengganti maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut, dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka diganti dengan pidana penjara selama 2 (dua) tahun dan 3 (tiga) bulan.

Untuk diketahui bahwa terdakwa Rusnadi Bin Warnoto dari bulan Juni 2018 sampai dengan bulan Juli 2019 diduga telah melakukan perbuatan penyalahgunaan kewenangannya selaku kaur keuangan dan juga selaku bendahara Desa Kandeman Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang hingga mengakibatkan Kerugian Negara kurang lebih sebesar Rp. 768.999.473,- (tujuh ratus enam puluh delapan juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu empat ratus tujuh puluh tiga rupiah) atau setidak-tidaknya dalam jumlah lain selain jumlah tersebut.

Atas tuntutan tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya akan menyampaikan pembelaan tertulis (pledooi) pada persidangan selanjutnya yaitu pada hari Selasa, tanggal 16 Pebruari 2021.

Sehubungan masih dalam masa pandemi Covid 19 pelaksanaan Persidangan dilaksanakan secara virtual guna mencegah penyebaran COVID-19 (coronavirus disease 2019) dimana terdakwa berada di Rutan Klas II Batang sedangkan Jaksa Penuntut Umum, Penasehat Hukum Terdakwa dan Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor Semarang.

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Batang Bacakan Tuntutan Pidana Perkara Korupsi Pengelolaan APBDes, Desa Kandeman Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang."