Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Semarang dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Atas Nama Terdakwa EVARIAWAN SUKMAHADI, ST Bin SOEKIRNO HADIDJOJO selaku Direktur Perusda Aneka Usaha Kabupaten Batang periode 2017-2021.

Pada hari Selasa tanggal 09 November 2021, bertempat di Ruang Sidang Cakra di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Semarang, telah dilaksanakan sidang perkara Tindak Pidana Korupsi dalam Pengelolaan Keuangan Perusahaan Daerah (Perusda) Aneka Usaha Kabupaten Batang atas nama terdakwa  EVARIAWAN SUKMAHADI, ST Bin SOEKIRNO HADIDJOJO dengan agenda pembacaan putusan (vonis) Majelis Hakim yang dihadiri oleh Jaksa Penuntut Umum diantaranya Bambang Wahyu Wardhana, SH. selaku Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Kejari Batang, Faisyal Karim, SH. selaku Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejari Batang dan M. Zaenudin Mustofa, SH. selaku Kasubsi Eksekusi dan Eksaminasi pada Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Batang.

Bahwa amar Putusan Nomor : 48/Pid.Sus-TPK/2021/PN Smg, tanggal 09 November 2021 adalah sebagai berikut :

  1. Menyatakan terdakwa EVARIAWAN SUKMAHADI, ST Bin SOEKIRNO HADIDJOJO telah terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dalam dakwaan Subsidair Penuntut Umum ;
  2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa EVARIAWAN SUKMAHADI, ST Bin SOEKIRNO HADIDJOJO dengan pidana penjara selama 1 (satu) tahun serta membayar denda sebesar Rp 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 1 (satu) bulan ;
  3. Memerintahkan terdakwa EVARIAWAN SUKMAHADI, ST Bin SOEKIRNO HADIDJOJO untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 785.164.562,- (tujuh ratus delapan puluh lima juta seratus enam puluh empat ribu lima ratus enam puluh dua rupiah), yang diperhitungkan dengan uang yang telah disita sebagai pengembalian kerugian keuangan negara sebanyak Rp. 600.000.000,- (enam ratus juta rupah) dan memperhitungkan uang yang telah diserahkan/dititipkan oleh terdakwa sebesar Rp. 185.164.600,- (seratus delapan puluh lima juta seratus enam puluh empat ribu enam ratus rupiah) yang dipergunakan untuk membayar uang pengganti dan dikembalikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Batang ;
  4. Menetapkan masa penahanan yang telah dijalani terdakwa dikurangkan sepenuhnya dari pidana yang dijatuhkan ;
  5. Memerintahkan agar terdakwa tetap berada dalam tahanan ;
  6. Menetapkan terdakwa untuk membayar biaya perkara sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah).

Adapun yang menjadi pertimbangan Majelis Hakim dalam menjatuhkan putusan tersebut diantaranya adalah

  1. Hal yang memberatkan :
    • Terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas Tindak Pidana Korupsi.
  2. Hal yang meringankan :
    • Terdakwa telah mengembalikan seluruh kerugian Negara ;
    • Terdakwa bersikap sopan di persidangan ;
    • Terdakwa menyesali perbuatannya.

Atas Putusan tersebut, Terdakwa dan Jaksa Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir. Sehingga untuk sementara putusan perkara tersebut belum mempunyai kekuatan hukum tetap (inkracht) dikarenakan masih dalam masa pikir-pikir sebagaimana diatur dalam Pasal 233 ayat (2) Undang Undang No. 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana.

Untuk diketahui terdakwa EVARIAWAN SUKMAHADI, ST Bin SOEKIRNO HADIDJOJO selaku Direktur Perusda Aneka Usaha Kabupaten Batang periode 2017-2021 telah secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri hingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 785.164.562,-  (Tujuh Ratus Delapan Puluh Lima Juta Seratus Enam Puluh Empat Ribu Lima Ratus Enam Puluh Dua Rupiah).

Bahwa sebelumnya Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Batang pada hari Selasa tanggal 12 Oktober 2021 dengan mendasarkan pada fakta hukum yang terungkap di persidangan menilai perbuatan terdakwa EVARIAWAN SUKMAHADI, ST Bin SOEKIRNO HADIDJOJO selaku Direktur Perusda Aneka Usaha Kabupaten Batang periode 2017-2021 telah terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 3 Jo. Pasal 18 ayat (1), (2), (3) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, dengan amar tuntutan sebagai berikut :

  1. Menghukum terdakwa EVARIAWAN SUKMAHADI, ST Bin SOEKIRNO HADIDJOJO Pidana penjara selama 1 (satu) tahun 2 (dua) bulan dengan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara, dengan perintah agar terdakwa tetap berada dalam tahanan ;
  2. Menghukum EVARIAWAN SUKMAHADI, ST Bin SOEKIRNO HADIDJOJO untuk membayar denda sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dengan ketentuan jika denda tidak dibayar harus diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan ;
  3. Menghukum pula terdakwa EVARIAWAN SUKMAHADI, ST Bin SOEKIRNO HADIDJOJO untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 785.164.562,- (tujuh ratus delapan puluh lima juta seratus enam puluh empat ribu lima ratus enam puluh dua rupiah), yang diperhitungkan dengan uang yang telah disita sebagai pengembalian kerugian keuangan negara sebanyak Rp. 600.000.000,- (enam ratus juta rupah) dan memperhitungkan uang yang telah diserahkan/dititipkan oleh terdakwa sebesar Rp. 185.164.600,- (seratus delapan puluh lima juta seratus enam puluh empat ribu enam ratus rupiah) yang dipergunakan untuk membayar uang pengganti dan dikembalikan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Batang.

Sehubungan dalam masa pandemi Covid 19 pelaksanaan Persidangan dilaksanakan secara virtual guna mencegah penyebaran COVID19 (corona virus disease 2019) dimana terdakwa berada di Rutan Klas II Batang sedangkan Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Semarang.

author
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Semarang dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Atas Nama Terdakwa EVARIAWAN SUKMAHADI, ST Bin SOEKIRNO HADIDJOJO selaku Direktur Perusda Aneka Usaha Kabupaten Batang periode 2017-2021."